Salib tertinggi di Asia dibangun di Pakistan

0609c

KUDUS – Komunitas Kristen minoritas dan tertindas di Pakistan membangun sebuah salib tertinggi di Asia di kota Korachi yang paling padat penduduknya, yang terkenal dengan banyak kekerasan sektarian.

Salib dengan tinggi 42,6 meter dari beton dan baja itu  didirikan di gerbang pemakaman Gora Qabristan, sebuah pemakaman terbesar di Karachi – dengan ribuan kuburan.

Pengusaha Kristen Henry Pervez Gill menyumbangkan salib itu dan juga kepala pengawas pembangunan salib itu, yang diperkirakan pembangunannya akan diselesaikan dalam waktu enam bulan.

Sebuah kota yang terkenal dengan kekerasan etnis dan agama itu, pembangunan salib besar itu telah menimbulkan banyak perhatian media dalam beberapa pekan terakhir.

Warga Kristen juga datang melihat simbol suci itu, menurut Muhammad Ali, pekerja bangunan itu yang beragama Islam, yang sedang bekerja di lokasi konstruksi.

“Mereka (orang Kristen) sangat senang dan merasa bangga saat mereka melihat salib mereka yang menjulang tinggi di Karachi,” kata Ali.

“Saya mengerti bahwa ini adalah simbol suci bagi umat Kristen. Saya melihat senyum yang nampak di wajah mereka.” tuturnya

Joseph Masih, warga Kristen mengatakan, pembangunan salib itu telah mengangkat moral orang Kristen di tengah iklim ekstremisme agama yang meningkat di negara ini.

“Ini adalah sebuah sukacita bagi kita bahwa salib tertinggi di Asia ini sedang didirikan di Karachi,” kata Joseph.

“Ini memberikan secercah harapan bagi orang Kristen, banyak dari mereka yang melarikan diri dari negara itu karena alasan keamanan,” katanya.

Setidaknya 120 orang tewas dalam dua ledakan di sebuah gereja di kota Pasawar, Pakistan barat laut, tahun 2013, sementara undang-undang penghujatan kontroversial negara itu sedang digunakan sebagai senjata penganiayaan terhadap agama-agama minoritas.

Meningkatkan serangan terhadap minoritas Kristen telah mendorong banyak orang untuk meninggalkan negara itu.

Mehwish Gill, 28, warga distrik Mehmoodabad, mengatakan sebagian besar anggota keluarganya telah pindah ke Thailand dan Sri Lanka karena kekhawatiran keamanan. Namun, salib raksasa ini menunjukkan masih ada harapan di Pakistan dan hal ini bisa membuat situasi menjadi lebih baik, katanya.

Syed Mushtaq Ali Shah, seorang tukang becak beragama Islam, yang tinggal di seberang kuburan itu, mengatakan salib itu adalah cermin dari kerukunan antaragama.

“Saya tidak melihat kebencian dalam masyarakat kepada minoritas. Hanya beberapa kelompok agama dan ekstrimis menghasut kekerasan terhadap kelompok minoritas untuk kepentingan mereka,” katanya. UcanEws

Comments

comments