Cinta itu Buta

love-is-blind-1280x800-660x400

1 Raja-raja 11 : 1-13

“Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.” (1 Raj 11 : 4)

Seperti yang kita ketahui, Salomo adalah seorang raja yang takut akan Tuhan. Raja Salomo diberkati Tuhan dengan memberikan ia kebijaksanaan, kekayaan, dan kuasa. Ia juga telah mendirikan Bait Suci bagi kemuliaan nama Tuhan.

Namun semua kejayaan Salomo tidaklah berjalan mulus. Walaupun Salomo adalah raja yang bijaksana, tetapi ia melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia telah menduakan hati Tuhan dengan bergaul kepada perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het.

Telah disebutkan dalam Alkitab, bahwa Salomo memiliki 700 isteri, dan 300 gundik. Melalui isteri-isterinya itu, Salomo juga telah mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain. Melalui perbuatan dan sikap Salomo yang seperti itu, Salomo mengantar Israel dalam kehancuran (ay 11).

Hidup dalam Tuhan tidaklah mudah. Banyak hal yang membuat kita mendewakan hal-hal lain, seperti cinta terhadap kemajuan teknologi, cinta kepada orang-orang yang berbeda agama, cinta terhadap pekerjaan, dsb. Hal-hal tersebut yang tidak kita sadari dapat membawa kita ke dalam kehancuran. Kita tidak lagi peduli akan sesama kita, seperti Salomo tidak peduli kepada keselamatan rakyatnya. Kita juga tidak peduli terhadap kehadiran Tuhan dalam hidup kita karena kita lebih menikmati hal-hal yang hanya dapat menyenangkan hati kita sendiri.

Banyak iblis yang bekerja keras untuk memutuskan hubungan kita dengan Tuhan. Tapi apakah kita akan kalah dan tunduk kepada iblis? Apakah kita tidak bisa bekerja lebih keras dari iblis untuk selalu hidup dalam Tuhan? Jika kita lebih giat bekerja dari iblis, kita pasti bisa untuk selalu hidup dalam Tuhan dan menjadi saksi-Nya di dunia ini.

Maukah kita mendapatkan kehancuran sama seperti Salomo mendapatkan kehancuran dalam kerajaannya? Jika tidak, mari kita minta pengampunan yang dari Tuhan dan marilah kita hidup hanya bergantung, dan berpegang pada-Nya. VK

Comments

comments