Pemancar Terang

lampu-bohlam-490x342

Matius 5 : 14-16

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat 5 : 16)

Saya yakin bahwa setiap orang membutuhkan terang. Buktinya, jika lampu mati kita akan menyalakan lilin atau senter. Bahkan jika lampu mati di siang hari, kita masih bisa bersyukur karena masih ada sinar matahari yang menerangi kita.

Terang di perikop ini bukan berarti penerang dalam bentuk benda, melainkan terang dalam bentuk sifat. Kita hidup sebagai anak-anak Allah, menjadi terang bagi sesama kita yang kehidupannya masih dalam kegelapan. Jika lampu hidup di siang hari tidak akan berguna karena pada siang hari kita sudah mendapat terang dari matahari. Begitu pula kita sebagai terang, kita tidak akan berguna jika kita menerangi kehidupan setiap orang yang tidak lagi dalam kegelapan.

Kita awalnya juga berasal dari kegelapan. Dan setelah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat, hidup kita menjadi terang karena Kristus telah menerangi kita sekalian. Kita sebagai anak-anak-Nya harus bisa memancarkan terang Kristus yang telah Tuhan pancarkan dalam hidup kita masing-masing.

Bagaimana memancarkannya? Kita bisa memancarkan terang Kristus melalui perbuatan dan hidup kita. Melakukan perbuatan yang baik, mengatakan perkataan yang baik, mengasihi sesama kita, mendoakan mereka agar mereka kembali kepada Terang yang abadi, dll. Jika kita bisa berlaku sesuai kehendak Tuhan, dan kita bisa berlaku sebagai anak-anak terang, kita tidak akan tersembunyi dari kegelapan. Kegelapanlah yang akan menerima terang sedikit demi sedikit.

Mari kita pancarkan terang Kristus yang telah menerangi hidup kita. Marilah kita menerangi hidup sesama kita yang masih dalam kegelapan. Biarlah dunia ini menjadi terang, dan dapat memuliakan nama Bapa yang di sorga. VK

Comments

comments