Umat Islam dan Kristen Diminta Bersatu Lawan Kebangkitan PKI

Umat Islam dan Kristen Diminta Bersatu Lawan Kebangkitan PKI

JAKARTA – Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen mengatakan, di Indonesia ada pihak-pihak yang mau membangkitkan komunis sebab kondisi Indonesia tak stabil. Selengkapnya »

Dewan Gereja Ajak Umat Kristen Berbuka Puasa Bersama Muslim

Dewan Gereja Ajak Umat Kristen Berbuka Puasa Bersama Muslim

MINNESOTA — Tidak lama lagi, seluruh umat Muslim di dunia akan memasuki bulan suci Ramadhan dan melaksanakan ibadah puasa pada 1437 Hijriyah. Tak terkecuali Muslim di salah satu negara bagian Amerika Serikat, Minnesota. Selengkapnya »

Peserta Kemah Wirakarya belajar toleransi di pura, gereja dan vihara

Peserta Kemah Wirakarya belajar toleransi di pura, gereja dan vihara

KENDARI – Sekitar 200 mahasiswa peserta Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII di Bumi Perkemahan IAIN Kendari, Jumat, belajar toleransi dengan mendatangi pura, gereja, dan vihara. Selengkapnya »

 

Wagub Kalbar usulkan Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri

Christiandy-Sanjaya-ok

Pontianak (ANTARA News) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengusulkan status Sekolah Tinggi Theologia Injilia Arastamar Ngabang menjadi Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN).

Christiandy Sanjaya di Pontianak kemarin mengatakan, usulan tersebut muncul dengan pertimbangan penduduk beragama Kristen dan Katolik di Kalbar mencapai 1,9 juta jiwa.

Meski persentasenya cukup besar, namun hingga saat ini belum ada Sekolah Theologia Injilia yang berstatus negeri. Padahal lulusannya dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Makanya kami mengusulkan peningkatan status tersebut,” ujar dia.

Christiandy menjelaskan, sekolah tersebut selama ini berstatus swasta. Lokasinya berada di Jalan Ngedang Dengoan, Landak, dengan jumlah mahasiswa berkisar 100 orang. Ia melanjutkan, usulan itu juga berdasarkan kebutuhan untuk membina umat, di antaranya diperlukan sumber daya guru agama. Guru agama tersebut berasal dari sekolah-sekolah tinggi theologia di Kalbar.

Christiandy mengungkapkan, ia bersama rombongan yang terdiri atas DPR RI, DPRD Provinsi Kalbar, DPRD Landak, Kemenag Kalbar dan satuan kerja perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov Kalbar telah bertemu Menteri Agama untuk mengusulkan secara langsung. Ia membawa seluruh kelengkapan administrasi berupa keterangan jelas mengenai Sekolah Tinggi Theologia Injilia dan proposal pengajuan.

Sebelumnya, gubernur juga sudah merekomendasi namun karena menjelang periode akhir masa pemerintahan sehingga Kalbar diminta mengusulkan kembali.

Ia menjelaskan ada beberapa alasan sekolah tinggi tersebut diusulkan statusnya menjadi negeri. Selain dinilai sudah memadai dan siap diubah statusnya menjadi negeri, lokasinya juga berada di Landak yang letaknya di tengah-tengah Kalbar.

“Lagi pula sudah ada yayasan yang siap menghibahkan kepada pemerintah. Anak-anak dari Sintang dan sekitarnya juga lebih dekat,” ujarnya.

Kemudian, ia juga mengusulkan agar bidang yang mengurus umat selain Islam memiliki pejabat pada level eselon tiga. Menteri Agama setuju dengan hal itu dan meminta pengubahan status sekolah dan bidang mengurus umat selain Islam menjadi prioritas.

Terkutuk Menjadi Pelacur?

PELACUR

Saya merupakan seorang anak keluarga broken home. Sewaktu saya kecil mama dan papa saya bercerai, saat itu saya berusia 5 tahun, dan saya belum mengerti apa yang menjadi masalahnya sehingga mereka bercerai. Pada akhirnya saya mengetahui masalahnya, bahwa papa menuduh mama selingkuh, demikian juga sebaliknya mama menuduh papa yang selingkuh. Kemudian mereka masing-masing menikah lagi.

Akhirnya saya tinggal sama oma yaitu mama dari mama saya, karena rumah oma dan rumah mama tidak terlalu jauh, ya kadang-kadang saya tinggal dengan mama kadang ke rumah oma. Di rumah Oma saya sering mendapat perlakuan yang berbeda dengan kakak saya, mungkin karena itu saya jadinya bertumbuh menjadi anak yang penuh dengan luka batin dan penolakan. Jadi apapun yang saya lakukan tidak pernah menyenangkan hati oma saya, selalu saja saya salah. Saya tidak tidak mengerti mengapa perlakuan oma seperti itu ke saya. Karena dari kecil saya gila baca buku, oma saya bilang hidup saya tidak bisa benar, saya dikutuk dengan kata-kata cemooh, mungkin pikir beliau anak ini sulit sekali disuruh kalau sudah baca buku, tapi kemarahan kepada anak kecil kan seharusnya bisa diberi pengertian, tetapi itu tidak berlaku bagi saya, saya dimaki bahkan saya juga dipanggil “Cabo” istilah untuk pelacur, pokoknya saya bingung karena saya suka di panggil seperti itu, dan sering dikutuk, kata-kata kutuk sudah menjadi makanan saya setiap hari, saya juga ingat kalau ada salah dengan kakak saya, pasti kakak saya dipukul dua kali dan saya dipukul tujuh kali pakai rotan, kalau misalnya memaki saya luar biasa, seperti “anak sundal!”, kata-kata kotor sudah kerap kali saya terima..

Saya jadi berpikir mungkin tampang saya yang jelek , cengeng, jadi oma selalu bilang kalau kakak saya anak emas dan saya lebih bagus kalau disebut anak pembantu. Karena memang tidak ada keluarga saya yang peduli sama saya, umur 7 tahun saya memutuskan untuk ikut orang yang kebetulan pernah kost di rumah oma. Saat itu aku bantu-bantu dia, mengurus segala keperluannya karena dia dalam keadaan hamil. Dia orang Palembang dan saya akhirnya saya diajak ke kota Palembang. Tetapi sampai disana juga saya tidak merasakan kedamaian, selalu ada saja yang menjadi percekcokan dalam keluarga mereka. Karena kebetulan orang yang saya ikuti ini adalah istri muda, dan kalau dia sedang stress selalu saja saya yang menjadi sasarannya, saya dimarahi, dimaki dan diperlakukan dengan kasar, akhirnya kesabaran saya habis juga. Saya sudah tidak tahan. Saya cuma 3 tahun di Palembang dan saya putuskan untuk pulang.

Saya kembali ke rumah oma, dan tetap saja tidak ada perubahan, saya tetap anak yang dikutuki dan dianggap tidak berguna. Waktu saya kerumah papa, saya diperlakukan dengan kasar juga. Saat itu saya berusia 10 tahun dan saya sedang mau main kerumah papa dan mama tiri saya. Saat itu entah karena apa, adik tiri saya yang umur 2 tahun badannya panas, ya saya kasih obat panas, saat itu bodrexin, tiba-tiba mama tiri pulang dari tetangga dan marah-marah sambil memaki “Kenapa adek panas? Kamu apakan?”, saat itu saya seperti tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan. Sorenya papa pulang kantor, saya tidak tahu apa yang mama tiri saya ceritakan ke papa, akhirnya papa marah ke saya dan memaki saya dengan kata-kata “Dasar anak racun!” Belum lagi perlakuan papa yang beda antara ke saya dan anak-anak dari mama tiri saya. Terus terang saya adalah anak orang yang berkecukupan, karena papa saya cukup mempunyai posisi di kantor, tapi sejak perceraian itu papa sama sekali tidak peduli kepada saya dan kakak, bahkan sekolah pun kami tidak, tapi kalau dengan anak-anak yang dari mami tiri saya, dia selalu mengatakan, “Kalian harus sekolah tinggi sampai menjadi sarjana,” saat itu saya belum mengerti apa itu sarjana.

Akhirnya saya memilih untuk kabur dari rumah dan memilih untuk menjadi “anak pasar”, sampai pada akhirnya saya terperosok dalam pergaulan bebas, obat-obatan dan minuman keras. Pada saat itu saya sangat membenci papa saya, dan saya menyimpan kepahitan karena perlakuannya itu, saya juga membenci kelahiran saya, saya benci dengan diri saya sendiri, saya benci dengan kehidupan saya, saya benci dengan semuanya… Beberapa kali saya mencoba bunuh diri. Saya akhirnya jadi preman pasar di daerah Sawah Besar, saya ikut pergaulan bebas dan saya pada akhirnya jadi pelacur juga, saat itu saya berumur 15 tahun dan saya tidak punya uang. Pikir saya juga lumayan juga jadi pelacur, saya dapat uang. Saya juga suka menodong untuk mendapatkan uang, pokoknya saya benar-benar anak gelandangan di jalan. Ditambah lagi dengan pertemanan kami di antara sesama teman gelandang begitu kental, saya lebih tertarik dengan komunitas anak jalanan daripada untuk pulang ke rumah, walaupun sebenarnya keluarga saya adalah keluarga mampu.

Selama saya jadi pelacur saya dibayar dengan prosentase 40% dan 60%, jadi 40% untuk saya dan 60% buat germonya atau istilahnya “Mami” kalau kami memanggil orang yang merekrut kami. Dulunya saya suka nongkrong di Olimo, Harmoni, dan juga ada hotel Melati namanya sekarang. Jadi kehidupan saya sudah biasa dengan urusan menjajakan diri, laki-laki yang tidur dengan saya juga dari berbagai kalangan. Saat itu sih saya merasa pengen dapat uang saja dan protes dengan keadaan perceraian papa dan mama. Jadi saya hidup melacur sampai umur 19 tahun. Saya juga ikut serta dalam pergaulan bebas bersama teman-teman, dari minuman keras, pakai narkoba dan juga seks bebas. Saya harus tetap tersenyum, walaupun sebenarnya jauh di dalam hati saya, saya sedih menjalani kehidupan ini, karena saya merasa kotor dan tidak ada yang sayang sama saya, mungkin saya mencari jati diri di luar dan pada tempat yang salah…

Karena pergaulan yang salah, pada akhirnya saya hamil, tapi laki-laki itu tidak bertanggung jawab. Saya jadi bingung, tapi untung ada tetangga yang mau bertanggung jawab karena dia suka sama saya, namanya Kimcu, akhirnya kita menikah. Tetapi dalam pernikahan kami masalah keuangan adalah masalah yang utama, apalagi saya dalam keadaan hamil. Saat hamil saya tetap saja menjadi pelacur, tapi tanpa sepengetahuan Kimcu. Karena suami saya tidak kerja, dan saya merasa keuangan kita dalam berumah tangga tidak mencukupi, akhirnya saya juga sambilan dagang asinan, karena saya membutuhkan biaya dalam mempersiapkan kelahiran anak saya. Setelah melahirkan, satu minggu sesudahnya saya menceraikan Kimcu, karena saya pikir ini laki-laki tidak bertanggung jawab. Saya menghadapi semuanya itu sendiri, saat itu usia saya baru 19 tahun.

Satu tahun kemudian, tepatnya 1976, saya menikah lagi dengan seorang pemuda yang bernama Edy, yang sekarang menjadi suami saya. Saat itu Edy dikenalkan pada saya melewati teman kami. Pernikahan dengan dia biasa saja saya jalani. Saya dominan sekali dalam keluarga, apa saja yang saya bilang harus selalu dituruti, saya tidak pernah minta maaf, karena bagi saya lebih baik saya mati kalau sampai saya minta maaf, tapi untungnya Edy adalah seorang yang sering mengalah. Menikah dengan Edi saya memiliki 4 orang anak. Kehidupan jalanan membentuk karakter saya yang keras menjadi semakin keras. Keras kepala, tidak mau mengalah dan selalu ingin menang sendiri.

Pada saat anak-anak saya beranjak dewasa ternyata saya tidak dewasa juga, walaupun sudah berumur 49 tahun, kehidupan saya yang tidak baik masih terus melekat pada diri saya: merokok, berjudi, ke diskotik masih terus saja saya jalani. Saya tetap membenci papa saya, sampai pada saat dia mau meninggalpun saya tetap tidak mau menemuinya. Perhatian ke keluarga tidak sepenuhnya saya berikan, tanpa disadari mereka juga menjadi anak-anak yang kurang perhatian. Mungkin saya secara ekonomi berkecukupan tetapi saya merasa kesepian dan saya merasa ada hal dalam diri saya yang tidak saya mengerti, saya tidak bisa memberi kasih sayang kepada anak-anak saya, saya merasa kemauan saya tidak bisa dicegah, ada pertentangan dalam hati saya… Kalau saya lagi sendirian, saya ingin keramaian bersama teman-teman di diskotik, tapi kalau saya lagi di diskotik, saya ingin sendirian…

Sampai pada suatu hari saya ingat saat itu tanggal 1 januari 2003, saat itu saya merasa pusing dan saya berusaha cari pegangan, tiba-tiba saya mendengar ada suara yang menyuruh saya membuka mata. Saya berada disuatu diskotik, saya meminum ekstasi/triping bersama teman-teman, dan saat itu saya OD (Over Dosis), saat itu saya merasakan saya seperti melayang turun ke dalam sumur gelap, tangan saya berusaha menggapai namun tidak ada pegangan, saya terus melayang turun tidak tahu berapa lama, sampai akhirnya saya mendengar suara : “Bukalah matamu” dan saya mencoba membuka mata saya, tapi mata saya terasa berat sekali dan tidak bisa dibuka. Suara itu terus saya dengar berulang-ulang, dan sampai akhirnya saya dapat membuka mata saya, dan pada saat itu saya melihat ada bayangan orang, saya lalu berusaha menepuk dan menjerit ditelinganya.”Tolong, gua OD (Over Dosis)”, setelah itu saya merasa setengah sadar dan ditolong oleh orang. Saya mendengar lagu house music membuat kepala dan telinga saya sakit sekali. Akhirnya hari itu jiwa saya tertolong, tetapi saya masih belum jera juga, saya masih pergi ke diskotik. Bahkan saya dulunya suka membeli teman untuk mengisi kekosongan saya. Saya juga tidak mengerti, saya ingin yang benar, tapi justru yang tidak benar yang saya lakukan. Teman saya beli dengan uang, kalau kita banyak uang, pasti kan banyak yang mau berteman dengan kita.

Pada tanggal 14 Februari 2003, saya dalam pengaruh ekstasi dan “on tinggi” tiba-tiba saya mendengar suara “Lihatlah siapa yang kau sembah?” Waktu saya membuka mata saya, saya melihat pengunjung dalam diskotik itu bukan sebagai manusia, tetapi berwujud menyeramkan seperti setan. Kepalanya bertanduk dan tidak memiliki tempurung kepala, wajahnya coreng-moreng. Saat itu saya tidak merasa takut, hanya pengaruh ekstasi itu langsung drop, dan saya hanya duduk di dekat panggung saja, hanya melihat dan menatap mereka, sejak saat itu saya jadi sering mendengar suara-suara ketika saya sedang “on tinggi” dan pengaruh ekstasi itu langsung drop. Sampai pada tanggal 4 Oktober 2005, ketika saya berada dalam diskotik, saya mendengar suara lagi dan mengatakan :”Pulanglah atau engkau akan terhilang.” Pada saat itu saya merasa takut dan langsung pulang, itu adalah terakhir kalinya saya pergi ke diskotik.

Saya bertobat, saya pikul salib dan saya salibkan kedagingan saya. Saya tahu semua ini karena lawatan Allah secara langsung terhadap saya. Satu persatu saya melepaskan dosa saya, pertama diskotik dan obat-obatan, lalu judi, dan yang terakhir perselingkuhan. Saya mulai aktif ke gereja ikut dalam kelompok Family Altar (FA), bertumbuh bersama dengan teman-teman seiman. Tanggal 19 Mei 2006, digereja saya diadakan retreat pemulihan, dan saya ikut dalam retreat itu. Saat itu session pertama mengenai Hati Bapa. Pada session pertama ketika saya menutup mata, Tuhan perlihatkan perlihatkan wajah papi saya, karena terus terang saja saya pahit dan benci sekali sama papi saya, dan Tuhan juga perlihatkan hati saya yang beku seperti es, berwarna kebiruan. Saat itu saya bilang, saya tidak bisa mengampuni papi saya Tuhan, saya tidak mampu… Tapi bersamaan dengan perasaan itu, hambaNya berkata kalau kita memang tidak mampu, tetapi kita harus minta kekuatan Tuhan. Pada akhirnya saya menyerah dan saya terus berdoa dengan mengatakan, Engkau saja Tuhan yang bekerja didalamku. Tuhan, bantu aku untuk dapat mengampuni… Saat itu saya merasakan sukacita dan damai. Saat itu saya berserah total.

Waktu saya berserah, saya diperlihatkan lagi tangan Tuhan sedang mengusap-ngusapi hati saya yang beku dan perlahan-lahan hati saya mencair dan kembali berwarna merah, lalu Tuhan meremas-remas hati saya sampai hancur, lalu Tuhan mencabut hati saya, saya melihat seakan-akan ada akar yang dicabut dari hati saya, sakitnya benar-benar saya rasakan. Tapi sesudahnya saya merasakan kelegaan yang luar biasa. Keesokannya pulang dari retreat saya mengadakan pemulihan dengan anak-anak, dan memang ternyata benar hari-hari yang kami alami setelah pemulihan begitu dasyat dan luar biasa, hubungan saya dengan anak-anak menjadi semakin baik. Dan saya juga saya juga jadi menyala-nyala di dalam Tuhan. Saya juga terkadang diminta bersaksi di gereja dan di dalam lingkungan komunitas doa. Semua karena kebaikan Bapa dan kasih karunia Allah Bapa dalam Yesus Kristus. Terima Kasih Tuhan untuk segala kebaikanMu…

“Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.” (Yer 24:7) Willan (jawaban.com)

UANG DAN MANUSIA

uang_pengalaman_hidup

Apakah Itu uang?
Uang adalah alat penukar atau standard pengukur nilai (kesatuan hitungan) yang sah,  dikeluarkan oleh pemerintah negara bentuk dan gambar tertentu; harta, kekayaan.1
Kapan mata uang itu ada, dan dahulu pembelian barang dilakukan dengan cara apa?
Sebelum mata
uang diperkenalkan pada akhir abad 18 SM, ‘serah terima’ sesuatu komoditas dalam kegiatan dagang disepakati dengan barter, yaitu tukar menukar komoditas.
Di seluruh Asia Barat Kuno barang komoditas utama, baik yang mudah rusak atau mudah busuk seperti bulu domba, jelai, gandum dan korma, maupun yang tahan lama seperti logam, kayu, anggur madu dan ternak merupakan barang ‘dagang tukar’.
Naskah-naskah kuno menunjukan bahwa dari zaman dahulu telah berkali-kali di usahakan untuk menetapkan nilai komoditas yang satu dengan yang lain. Maka kekayaan di ukur dengan banyaknya ternak (Ayub 1:3) dan logam berharga.
Karena perak adalah logam berharga yang paling umum di Palestina (seperti Asyur dan Babel) maka itulah yang paling banyak di pakai sebagai sebagai alat tukar. Perak dipakai untuk membeli barang-barang tak bergerak seperti, tanah yang dibeli Yeremia di Anatot seherga 17 syikal perak (Yeremia 32:9), ladang dan gua di Makhpela yang dibeli Abraham 400 syikal perak (Kejadian 23:15) dan lain-lain.
1
Emas, logam yang lebih langka, jarang digunakan, sebagai alat transaksi tapi sering disebut bersama perak dalam pembayaran upeti, demikianlah Raja Hizkia membayar pada Sanherib tahun 701 SM, 300 talenta perak dan 30 talenta emas (2 Raja-raja 18:14).

Untuk mengontrol pemakaian logam sebagai alat tukar, maka logam harus di timbang oleh pembeli dan di periksa oleh penjual di hadapan pembeli. Patokan timbangan yang disepakati adalah yang berlaku menurut patokan setempat, yaitu disebut ‘syikal perak kota X’ atau ‘syikal perka para saudagar (Kejadian 23:16). Segi lain yang diperiksa adalah mutu logamnya dengan memberi cap tempat asalnya.

Bentuk Mata Uang.
Supaya logam yang dipakai sebagai alat tukar mudah dibawa maka logam itu ditempa, atau dibuat dalam bentuk permata, atau dalam bentuk barang dalam pemakaian sehari-hari atau dalam bentuk khusus. “Maka suruhan Abraham memberikan kepada ribka anting-anting emas setengah syikal (beratnya) dan sepasang gelang tangan yang beratnya sepuluh syikal emas,” (Kejadian 24:22). Pada zaman dahulu emas sering dipakai dalam bentuk pita panjang (Ibrani, ‘lidah’) seperti yang ditemukan Akhan di Yeriko, beratnya lima puluh syikal (Yosua 7:21), atau ‘emas ofir’ (Yesaya 13:2), yang terakhir mungkin bernama ‘ofir’ karena sudah ditemukan di Qasileh, Palestina, satu periuk dengan tulisan untuk emas ofir. Emas dan perak ada juga dalam bentuk batangan, bejana-bejana (Ayub 28:6), atau dalam butir-butir kecil yang segera dapat dilebur digunakan untuk berbagai kebutuhan, dalam bentuk inilah pendapatan Mesir ditingkatkan oleh Yusuf (kejadian 47:14)

Permulaan koin
Koin adalah sekeping logam yang ditempa memakai cap untuk mensahkan namanya dan timbangannya, sehingga berlaku seketikan ditunjukan. Koin pertama kali diperkenalkan di Asia Kecil pada akhir abad 8 SM, koin perak paling tua ditemukan di Egina, tapi koin paling pertama di tempa adalah dari Ekstrum (logam yang terbuat dari campuran emas dan perak) oleh Kroesus Raja Lidia (561-546 SM), koin itu di sebut atau diberi nama Kroisides. Agaknya sesudah Persia menyerang Lidia, koin mulai di perkenalkan di Persia oleh Darius (521-486 SM) yang namanya dipakai untuk menandakan koin emas tebal ‘Darik’, dengan gambar raja berlutut sambil memegang busur panah siap menembak dengan cap uang pada pada sisi sebelah.—Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, ‘uang’ Jld II, hlm 515-517.

Macam-macam Mata Uang
Uang logam. Penggunaan uang logam sebagai uang sudah ada sejak dulu. Penggunaan logam sebagai uang sudah ada sejak 2000 tahun sebelum kelahiran Yesus, tetapi standari sasi dan pengesahan dalam bentuk koin, menurut Aristotle, tidak dapat diketahui kapan, kemungkinan mendekati tujuh abad sebelum Masehi.
Sejarah uang pada umumnya menunjuk pada Lidia, yang mula-mula menggunakan uang, koin pertama dibuat dari elektrum.
Uang kertas. Pada akhir abad 18 dan 19, uang kertas telah tersebar luas.—The New Enctclopaedia Britannica, ‘money’vol.24, hlm.333-334.
Jadi uang kertas ini ada atau muncul karena bentuk transaksi dan jumlah transaksi yang semakain besar dengan nilai yang semakin besar juga, sehingga apabila menggunakan uang logam akan berat sekali. Dan susah juga untuk menghitung karena uang logam ini biasanya nilainya kecil-kecil.

APAKAH KEGUNAAN UANG?
Alkitab berkata dalam Amsal 3:9,10 “Muliakanlah Tuhan dengan segenap hartamu dan dengan hasil pertamamu dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah.” Jadi menurut alkitab kegunaan uang adalah untuk kemuliaan Allah, karena dikatakan muliakanlah Tuhan dengan kekayaanmu.
Dalam buku Nasihat Penatalayanan halaman 15 tertulis sebagai berikut: “Dalam menugaskan murid-muridnya untuk pergi “ke seluruh dunia dan ajarkanlah injil pada setiap bangsa,” Kristus menugaskan kepada manusia pekerjaan menyebarkan pengetahuan akan anugerahNya. Tetapi disaat beberapa orang pergi untuk mengajar, ia mengundang yang lain untuk menjawab tuntutanNya dengan memberi persembahan yang dapat digunakan membantu pekerjaan di dunia. Ia telah meletakkan alat dalam tangan manusia, agar karunia-karunia ilahinya dapat mengalir melalui manusia dalam melaksanakan pekerjaan yhang dibebankan kepada kita yaitu untuk menyelamatkan sesama manusia
Emas dan perak adalah milik Tuhan; dan Ia dapat mencurahkannya dari sorga jika Ia kehendaki. Tetapi gantinya ia telah menjadikan manusia penatalayannya mempercayakan kepadanya harta benda tetapi bukan untuk disimpan melainkan digunakan untuk menolong orang lain. Dengan demikian Ia menjadikan manusia sebagai perantara  untuk membagikan berkat-berkatnya kepada dunia. Allah merancang sistem memberi supaya manusia dapat menjadi seperti Khaliknya, dermawan dan tidak cinta diri, dan akhirnya manusia bersama Kristus akan memperoleh pahala kekal disurga.
Jadi menurut Alkitab dan Buku Roh Nubuat uang atau kekayaan adalah milik Allah yang dipercayakan bagi kita dan uang itu adalah untuk kemuliaan Tuhan dan membantu penyelesaian pekerjaan injil keseluruh dunia.

BAGAIMANA SUPAYA UANG MENJADI ITU MENJADI BERKAT

Melalui persembahan. Selain persepuluhan, Alkitab me-nekankan tugas kita untuk membawa persembahan kepada Tuhan. Menahan persembahan disamakan dengan menahan persepuluhan dan disebut dengan perampokan (Mal. 3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!). Sebagai hasil dari pemberian persembahan yang berlimpah, adalah kemakmuran dan berkat yang besar, yang akan senantiasa menyertai segala usaha dan pekerjaan kita
Berapa besar atau berapa kecilnya pun harta seseorang, biarlah ia mengingat bahwa hartanya itu hanya dipercayakan kepadanya. Sebab untuk tenaga, kecakapan, waktu, talenta, kesempatan dan harta kekayaannya yang dimilikinya ia harus mempertanggungjawabkannya kepada Allah. Ini adalah tanggung jawab perseorangan. Allah memberikan kepada kita agar kita menjadi serupa dengan Dia, dermawan, agung, murah hati dengan jalan memberi kepada orang lain. Mereka yang lupa akan tugas suci mereka, yang hanya berusaha mengumpulkan atau menghabiskan harta untuk memanjakan tabiat kesombongan dan cinta diri, mungkin memperoleh keuntungan dan kesenangan dunia ini; tetapi pada pemandangan Allah, diukur berdasarkan keadaan kerohanian mereka, mereka adalah orang yang miskin, malang, celaka, buta, telanjang.
Apabila digunakan dengan benar, kekayaan menjadi suatu ikatan emas kasih di antara manusia dan sesamanya, dan suatu ikatan yang kuat untuk mengikat kasihnya kepada Penebusnya. Pemberian Allah yang tak terbatas yaitu Anak-Nya yang dikasihi mewajibkan manusia mewujudkan perasaan terima kasih dari orang-orang yang menerima anugerahNya.
Diatas kita ketahui bahwa harta adalah titipan Tuhan kepada kita. Dalam kitab Maleakhi ditulis bahwa kita harus membawa seluruh perluluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan dirumah Allah dan ujilah Allah. Dan dikatakan Allah akan membukakan tingkap langit dan mencurahkan berkat kepada kita sampai berkelimpahan. Apakah kita akan menurut Allah, dan membawa segala peepuluhan dan persembahan  agar ada persediaan makanan untuk diberikan kepada jiwa-jiwa yang sedang lapar akan roti hidup? Allah mengundang kita untuk menguji Dia.
Ia berkata, bahwa ia akan membuka tingkap-tingkap sorga dan mencurahakn pada kita berkat yang limpah sehingga tidak ada tempat kemana berkat itu akan ditaruh. Allah menepati janjiNya. Maleakhi 3:11 “Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan anggur dipadang tidak berbuah bagimu.” Maka firmanNya adalah jaminan kita bahwa  Ia akan memberkati kita sedemikian rupa sehingga perpuluhan dan persembahan kita makin lama makin bertambah banyak untuk diberikan. “Kembalikanlah kepadaKU maka Aku akan kembalikan kepadamu, firman Tuhan semesta alam.” (Malaekhi 3:7) jadi jelas roh nubuat berkata bagaimana agar uang itu menjadi berkat dengan memberikan sepersepuluh pada Allah. Seperti yang dilakuakn Abraham pada Melkisedek.
Tugas adalah tugas, dan harus dilaksanakan. Tetapi Tuhan mempunya perasaan kasihan terhadap keadaan kita yang telah jatuh ini, maka Ia memberikan janji-janji menyertai perintah-perintahNya. Ia mengundang umatNya untuk menguji Dia, dengan mengatakan bahwa Ia akan memberikan pahala atas penurutan kita dengan berkat-berkat yang limpah, “Ia yang menabur dengan limpahnya ia juga akan menuai dengan limpahnya,” Allah itu bukan tidak adil sehingga Ia melupakan pekerjaanmu dan amal kasihmu.
Betapa baiknya dan betapa setianya Allah menyertai kita! Ia telah memberikan pada kita di dalam Kristus berkat-berkat yang paling indah. Melalui Yesus Ia telah membubuhkan tanda tanganNya atas surat perjanjian yang ia adakan dengan kita. Review and Herald, 3 Desember 1901.
Besarlah artinya menabur di dalam air. Itu berarti suatu kebiasaan memberikan pemberian dan persembahan, yang Allah akan melengkapi segala kebutuhan agar penatalayanNya yang setia kepada siapa telah dipercayakan harta benda itu akan dilengkapi dengan kecukupan dalam segala hal sehingga ia sanggup melkaukan segala pekerjaan yang baik. II Korintus 9:9, 10. Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin. KebenaranNya tetap untuk selama-lamanya. Ia yang menyediakan benih bagi penabur dan roti untuk dimakan. Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipat gandakannya, dan menumbuhkan buah-buah kebenarmu.” Benih yang ditabur dengan limpah dengan tangan yang dermawan akan diurus oleh Allah.  Testimonies for the Church, hlm. 132.
Segala pemberian kita haruslah diberikan dengan suka hati, karena untuk persembahan itu berasal dari sumber yang telah dilihat Tuhan layak untuk diserahkan ke tangan kita guna memajukan pekerjaanNya di dalam dunia, agar supaya janji kebenaran dapat dikibarkan di jalan-jalan raya dan jalan-jalan kecil di dunia ini. Jika semua orang yang mengakui kebenaran mau memberi kepada Tuhan milikNya dalam perpuluhan, pemberian dan persembahan, maka akan ada makanan dirumah Tuhan. Melalui penyangkalan diri orang yang paling miskin akan mendapatkan jalan untuk memperoleh sesuatu untuk di kembalikan kepada Allah. Review and Herald 14 Juli 1986.
Sebagai orang kristen kita harus berjaga dan jangan membiarkan diri kita untuk mengunakan uang bagi sesuatu yang tidak perlu. Dan hanya sekera pamer saja. Janganlah kita memanjakan selera makan yang membawa kita untuk mengikuti ada istiadat dunia, dan merampok perbendaharaan Tuhan. Review and Herald 19 Desember 1893
Memberi sebagai hasil penyangkalan diri, adalah suatu pertolongan yang baik bagi sepemberi. Hal itu memberikan pendidikan yang lebih menyanggupkan kita untuk memahami pekerjaan Dia yang berjalan berkeliling berbuat  baik membebaskan orang-orang yang menderita dan mencukupkan keperluan orang miskin. Juruselamat hidup bukan untuk menyenangkan diriNya. Dalam  hidupnya tidak terdapat bekas sifat cinta diri. Youth’s Instructor 10 September 1907.

APA YANG MEMBUAT UANG ITU MENJADI KUTUK
Ada orang-orang pemelihara hari Sabat mendekap erat-erat harta dunia mereka. Harta itu merupakan ilah mereka, berhala mereka, dan lebih mencintai uang mereka, kebun mereka, ternak mereka, dan barang dagangan dari pada Juruselamat mereka, yang telah menjadi miskin karena mereka, supaya dengan kemiskinanNya, mereka boleh menjadi kaya. mereka meninggikan harta mereka, menganggapnya lebih berharga daripada jiwa-jiwa manusia. Apakah orang-orang yang demikian akan mendapat sambutan “Sabaslah”? Tidak! Tidak akan pernah! Kalimat yang tegas, “Enyahlah” akan mengejutkan mereka. Kristus tidak memerlukan mereka. Mereka adalah hamba-hamba yang malas, menyimpan harta yang telah diberikan Allah kepada mereka, sementara sesamanya hampir binasa dalam kegelapan dan kesalahan. Review and Herald, 14 Maret 1878.

Setiap orang, apapun profesi dan pekerjaannya harus membuat pekerjaan Allah menjadi perhatiannya yang utama; dia bukan hanya menjalankan talentanya untuk menjalankan pekerjaan Tuhan, tetapi harus memupuk kesanggupan hingga kesudahan. Banyak sekali manusia yang menggunakan bulan dan tahun untuk memperoleh suatu pekerjaan dan profesi agar ia boleh menjadi pekerja yang sukses di dunia, tetapi ia tidak berusaha untuk memupuk talenta-talenta yang dapat membuat dia menjadi seorang pekerja yang sukses dalam kebun anggur Tuhan. Ia telah menyelewengkan kuasa-kuasanya dan telah menyalahgunakan talenta-talentanya. Ia telah menunjukkan sikap tidak hormat terhadap Bapa yang diu Sorga. Ini adalah merupakan dosa besar. Orang-orang yang mengaku sebagai umat Allah, mereka melayani diri mereka dan dunia. Mereka mungkin disebut orang yang cerdas, raja-raja uang; tetapi mereka gagal untuk bertambah dengan jalan menggunakan talenta-talenta yang telah diberikan Allah kepada mereka untuk pekerjaan-Nya. Kecapakan duniawi menjadi lebih baik oleh karena melakukannya; kerohanian menjadi lemah karena tidak digiatkan. Review and Herald, 1 Januari 1884.
Allah membaca pikiran yang tamak yang terdapat di dalam setiap hati orang yang bermaksud menahan uang Tuhan; mereka yang mencintai diri lalai dalam membayar perpuluhan mereka dan membawa pemberian serta persembahan kepada perbendaharaan dilihat Allah semuanya. Tuhan mengerti seluruhnya sebagaimana adanya sebuah buku peringatan ditulis di hadapannya dari hal orang-orang yang takut akan Tuhan, dan yang memikirkan akan namaNya, demikian pula terdapat sebuah catatan bagi semua orang yang menggunakan bagi diri mereka pemberian yang telah Allah percayakan kepada mereka untuk digunakan bagi keselamatan jiwa. Review and Herald, 16 Mei 1893.
Dunia sedang merampok Allah dengan rencana besar-besaran. Makin banyak Ia memberikan kekayaan, makin gigih manusia mengakui harta itu sebagai milik mereka dan digunakan sesuai dengan keinginan mereka. Tetapi apakah orang-orang yang mengaku pengikut-pengikut Kristus mengikuti adat kebiasaan dunia? Apakah kita akan menyita kedamaian angan-angan hati, hubungan dengan Allah, persekutuan dengan saudara-saudara karena kita gagal memberikan bagi pekerjaanNya bagian yang Ia tuntut sebgai milikNya?
Saudara-saudara jikalau Tuhan telah memberkatimu janganlah menganggap kekayaan itu sebagai milikimu sendiri. Anggaplah kekayaan itu hanya dipercayakan Allah kepadamu, dan jadilah benar dan setia dalam membayar perpuluhan dan persemhan-persembahan. Review and Herald, 17 December 1889.
Uang dapat menjadi kutuk bila kita gunakan dengan tidak benar, bila kita menggunakannya untuk berfoya-foya maka akan bayak timbul masalah dari berbagai macam penyakit sampai kematian. Oleh karena banyak uang banyak orang dengan mudah memperoleh wanita dan akhir menderita penyakit mematikan, banyak orang berpenyakit jantung karena makanan yang terlalu enak dan mewah itu.
KESIMPULAN
Sebagai orang Kristen baiklah kita menggunakan uang dengan baik. Karena uang dapat menjadi kutuk bahkan berkat. Apabila kita cinta akan uang maka dari situ akar dosa. Cinta uang menyebabkan mata rohani kita buta. Cinta uang menyebabkan kita tidak bisa melihat penderitaan orang lain. Cinta uang menyebabkan kita melakukan segala hal untuk memperoleh kekayaan, walaupun dengan membuat seseorang menjadi menderita. Dalam paper ini kita dihimbau agar mana jangan kita cinta akan uang yang bisa menyebabkan kutuk. Sebagai mana Ananias dan Safira yang mereka telah membohongi Tuhan karena mereka sayang akan harta mereka sehingga mereka membayarnya dengan nyawa mereka. Baiklah kita sebagai orang Kristen membuat uang itu sebagai suatu alat salurang berkat untuk orang yang membutuhkan. Uang akan menjadi berkat apabila ktai  menggunakannya  untuk menolong orang lain. Jangan kita takut kehilangan harta karena membayar persepuluhan dan persembahan pada aAllahserta membantu orang lain, karena jelas dalam alkitab ditulis “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya ada yang menghemat secara luar biasaa namun selalu berkekurangan, siapa yang banyak memberi berkat diberi kelimpahan, siapa yang memberi minum ia sendiri akan minum.” Amsal 11:24,25.
Setiap cahaya terang yang dipancarkan kepada orang lain akan dipantulkan pada hatimu sndiri. Setiap kata-kata yang manis budi dan simpati diucapkan kepda yang berduka cita, setiap perbuatan untuk meringankan orang yang tertindas,dan setiap pemberian untuk mencukupkan kebutuhan sesama manusia, diberikan atau dilakukan dengan satu mata ditujukan bagi kemuliaan Allah, akan menghasilkan berkat-berkat bagi yang memberi. Mere yang berbuat demikian sedang menuruti akan suatu hukum sorga, dan akan menerima keridlaan Allah. Kesenangan berbuat baik pada orang lain memberikan suatu nyala pda perasaan yang memancar keseluruh saraf, mempercepat peredaran darah dan menghasilkan kesehatan pikiran dan tubuh. Testimonies for the Church, jld. 4, hlm. 56.
Jadi baiklah kita memuliakan Tuhan dengan segala yang telah ia titipkan pada kita. Agar pada saat kedatanganNya dia berkata “Marilah masuk dalam kerajaan kesuakaanKu”
Amen.

Where You Have Been?

image_36_23-12--rokoan-di-atas-jemba

Lukas 2 : 49“Jawab-Nyakepada mereka, “Mengapa engkau mencari Aku, tidak tahukah kamu bahwa Aku harusdirumah BapaKu”

Satu sore aku lagi jalan-jalan sore, niatnya sih mau nyari es dung-dung di alun-alun kota. Ditengah perjalanan aku liat ada segerombolan anak-anak muda gitu pada boncengan naik motor. Kalo nggak salah inget sih ada sekitar enam orang anak gitu.

Adasatu hal yang bikin aku geleng-geleng kepala ngeliatin tingkah mereka dijalanan, mereka asyik selfie diatas motor sambil megangin tongsis dalam keadaan motor yang mereka naikin itu jalan dan jalanannya rame pula.

Kebayangdeh kaya apa tingkah mereka saat itu. Dan nggak berhenti disitu juga, setelah sampai ditempat tujuan, aku nggak kalah dibikin geleng-geleng lagi sama segerombola nanak-anak muda yang lagi kongkow nggak jelas gitu sambil ngerokok.

Anak jaman sekarang emang aneh-aneh, bisa dibilang kreatif, kritis, mudah menangkapsesuatu yang baru kemudian menirunya. Kadang nggak abis piker juga, sebagian dari mereka lebih banyak menghabiskan waktu muda mereka dengan hal-hal yang ngga penting. Padahal seharusnya mereka bisa melakukan atau menciptakan inovasipositive yang sifatnya bisa bermanfaat bagi orang lain.

Mereka lebih suka menghabiskan waktu dengan nongkrong dan membicarakan banyak hal layaknya orang dewasa, mereka lebih suka menghabiskan waktu dengan bermain game online, atau yang lebih mengerikan yakni merusk diri mereka sendiri dengan merokok, mabuk dan bahkan terjerat dalam pergaulan bebas.

Saat ini iblis sedang bekerja keras untuk merusak hidup anak-anak Tuhan dan inilah yang di hadapi anak-anak muda Kristen saat ini. Kita disibukkan dengan kegiatan duniawi kita. Kita asik dengan teman-teman kita, asik dengan gadget kita, asik dengan game online kita, asik dengan rokok kita hingga kita lupa akan Tuhan Yesus.

Iblis bekerja siang dan malam demi memisahkan kita dengan Tuhan. Nampaknya sepele bukan? “ah Cuma ngerok sebatang aja, nggak apa-apa kok”, atau “ahngegame bentar”. Ya memang Nampak sepele, tapi itulah pekerjaan iblis! Tuhan Yesus aja yang umurnya baru 12 tahun waktu itu malah udah rajin duduk-duduk di bait Allah, nggak cuma duduk-duduk aja lho guys, Dia mendengarkan para ulama, sambil mengajukan pertanyaan pada mereka. Beda banget sama anak-anak jaman sekarang malah suka grubyak-grubyuk sendiri nggak jelas tujuannya apa.

Apa kalian pernah mikir gimana perasaan Tuhan liat anak-anakNya kaya gitu. Coba kalian bayangin kalausuatu hari Tuhan datang dan kita nggak siap, kita lagi asik sama temen nongkrong kita, kita asik sama game kita. Hayo? Nggak mau kan yang kaya gitu? So mulai sekarang, udah bukan waktunya kita bermain-main bahkan santai-santai lagi.Iblis jelas-jelas bekerja keras buat misahin kita sama Tuhan apa kalian masihingin menutup mata dan telinga terus-terusan?? J(el)

Pengharapan akan Terang

habis_gelap_terbitlah_terang_by_neverlandART

Lukas 2:30-32 “sebab mataku telah melihatkeselamatan yang dari pada-Mu, (31) yang telah Engkau sediakan di hadapansegala bangsa, (32) yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa laindan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

Satu ketika ada sekelompok pemudadan pemudi yang sedang berkumpul untuk merayakan Natal. Seperti tradisi ditahun-tahun yang sebelumnya, mereka datang dari berbagai kota dan berkumpul kembali kekota kelahiran mereka untuk merayakan Natal.

Para pemuda telah menyediakan berbagai perlengkapan Natal, seperti memasang pohon Natal, menatabangku-bangku dan meja, serta mengumpulkan kayu bakar. Disisi lain para pemudinya sibuk mempersiapkan makanan dan minuman. Dan tibalah pada saat yang paling ditunggu-tunggu mereka merayakan Natal dengan penuh kegembiraan, merekaminum-minuman keras hingga mabuk, mereka merokok dan bersenang-senang hinggalarut malam.

Tidak ada firman Tuhan disana bahkan puji-pujian tentang Natalpun,sama sekali tidak terdengar. Mereka berfikir mereka telah senang karena dapatmerayakan Natal bersama-sama , dan mereka menyebut itu semua adalah sukacitaNatal. Sungguh ironi memang, ditengah-tengah sukacita kelahiran Tuhan Yesus masih ada saja orang-orang yang tidak mengerti tentang apa itu Natal. Beberapa dari mereka belum mendapatkan sukacita natal dan pesan natal itu sendiri.

Natal lebih ditonjolkan pada perayaan yang mewah, pesta yang meriah yang jauh dari penyampaian pesan natalitu sendiri. Padahal kelahiran Tuhan Yesus adalah pengharapan bagi manusia, dan kelahirannya adalah satu hal patut kita nanti-nantikan karena melalui kelahiranNya manusia menerima kabar keselamatan.Natal boleh saja kita rayakan.

Natal boleh saja kita ramaikan dengan berbagai hal. Namun pesan natal tidak boleh kita lupakan. Pesan natal tentang keselamatan harus kita ingat, bahwa melalui bayi Yesuslah manusia beroleh pengharapan. Selamat Hari Natal, TuhanYesus memberkati! EL